HAK DAN KEWAJIBAN DPR-RI
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah salah satu lembaga tinggi
Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan
rakyat.
DPR merupakan lembaga legislatif yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang.
Kewenangan DPR demikian diatur dalam Pasal 20 ayat (1) UUD amandemen yang
berbuyi, “Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang”.
Hak yang dimiliki oleh DPR diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, hak interpelasi. Hak interpelasi adalah hak DPR untuk
meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting
dan strategis, berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
Kedua, hak angket adalah hak DPR menjelaskan pelaksanaan suatu
undang-undang dan/atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting,
dan strategis, berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Ketiga, hak imunitas. Hak imunitas adalah kekebalan hukum dimana
setiap anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan dan di luar pengadilan
karena pernyataan, pertanyaan atau pendapat yang dikemukakan secara lisan
maupun tertulis dalam rapat-rapat DPR, sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan tata tertib dan kode etik.
Keempat, hak menyatakan pendapat. Hak menyatakan pendapat ini
terdiri atas: kebijakan pemerintah atau mengenai kejadian luar biasa yang
terjadi di Tanah Air atau dunia internasional.
Dan tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket, dugaan
bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum, baik berupa
pengkhianatan terhadap Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya,
maupun perbuatan tercela, dan/atau Presdien dan/atau Wakil Presiden tidak lagi
memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Anggota DPR mempunyai hak:
- Mengajukan rancangan undang-undang;
- Mengajukan pertanyaan;
- Menyampaikan usul dan pendapat;
- Memilih dan dipilih;
- Membela diri;
- Imunitas;
- Protokoler;
- Keuangan dan administratif.
Anggota DPR mempunyai kewajiban:
- Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila;
- Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 dan menaati peraturan perundang-undangan;
- Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Mendahulukan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi,
kelompok, dan golongan;
- Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat;
- Menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan
Negara;
- Menaati tata tertib dan kode etik;
- Menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain;
- Menyerap dan menghimpun aspirasi dan pengaduan masyarakat;
- Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada
konstituen di daerah pemilihannya.
Anggota DPR tidak boleh merangkap
jabatan sebagai pejabat Negara lainnya, hakim pada badan peradilan, pegawai
negeri sipili, anggota TNI/Polri, pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang
anggarannya bersumber dari APBN/APBD.
Anggota DPR juga tidak boleh
melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta,
akuntan publik, konsutan, advokat/pengacara, notaris, dokter praktik dan
pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai
anggota DPR.

Komentar
Posting Komentar